Pondok pesantren & sekolah • Cek sendiri, gratis

Syahriah bulan ini, siapa saja yang sudah?

Pertanyaan sederhana: santri mana saja yang syahriahnya belum lunas bulan ini?

Bendahara membuka buku. Sebagian dicatat, sebagian diingat.

Tunggakan menumpuk diam-diam, bulan demi bulan.

Yang menunggak lama, biasanya justru yang paling segan ditagih. Pengurus pun segan menagih.

Akhirnya kekurangannya ditutup dari mana? Dari kantong yayasan, atau dari gaji ustadz yang tertunda.

Syahriah bulan ini Contoh tampilan

Contoh tampilan, bukan data nyata. Setiap pembayaran tercatat atas nama santri, sehingga yang belum lunas terlihat tanpa membuka buku satu per satu.

Tanpa alat pun bisa

Cek dalam satu sore

  1. Sore ini, coba satu hal sederhana.
  2. Ambil daftar santri. Centang yang syahriahnya sudah lunas bulan ini, menurut buku.
  3. Jumlahkan uang yang seharusnya masuk dari yang dicentang. Cocokkan dengan uang yang benar-benar ada di kas.
  4. Lalu hitung: berapa santri yang belum dicentang? Berapa bulan tunggakannya?
  5. Satu lagi: berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjawab cek ini?
  6. Angka itu angka pondok Anda sendiri, bukan kata kami. Kalau ada selisih, yang kurang biasanya catatannya, bukan orangnya.
Kenapa ini penting

Wali santri bertanya lewat sepuluh pintu

Wali santri ingin tahu kabar anaknya. Wajar.

Ada yang tanya ke ustadz, ke pengurus, ke bendahara, ke grup, ke santri lain.

Jawabannya bisa berbeda-beda. Yang satu bilang lunas, yang lain bilang belum.

Dari situ muncul salah paham. Dari salah paham, muncul rasa kurang percaya.

Data santri pun tercecer: sebagian di buku, sebagian di map, sebagian di ponsel pengurus yang sudah purna tugas. Saat laporan ke yayasan atau pendataan Kemenag, semua dicari ulang.

Kepercayaan wali santri adalah amanah pondok. Mulai dari satu sumber data yang sama.

Yang kurang biasanya catatannya, bukan orangnya.

Sudah menghitung? Tinggalkan nama Anda, tim AutoClaryTech membantu membaca angkanya. Tanpa biaya, tanpa paksaan.