Halaman toko Anda, siapa yang memetik hasilnya?
Toko Anda ramai pembeli. Halaman depannya ramai motor.
Setiap motor membayar parkir. Setiap hari.
Halamannya milik Anda atau Anda sewa. Pajak bangunannya Anda yang bayar.
Hasil parkirnya, Anda tahu berapa? Sampai ke mana?
Bukan soal merebut pekerjaan siapa pun. Soal tahu angka di halaman sendiri.
Contoh tampilan, bukan data nyata. Setiap kendaraan dan setoran tercatat atas nama juru parkirnya. Juru parkir tetap bekerja seperti biasa.
Hitung parkir toko Anda dalam satu hari
- Besok, coba satu hal sederhana.
- Pilih dua jam paling ramai. Hitung motor dan mobil yang parkir, pakai garis di kertas.
- Perkirakan jam ramai lain dalam sehari, lalu kalikan dengan tarif parkir di tempat Anda.
- Kalikan lagi dengan jumlah hari buka dalam sebulan.
- Bandingkan dengan yang tercatat atau yang disetor. Kalau sama, alhamdulillah. Kalau beda, yang kurang biasanya catatannya.
- Sistem palang bisa belasan sampai puluhan juta. Ada cara mencatat tanpa palang dan tanpa mengganti juru parkir.
Ribut di depan toko, pembeli yang pergi
Pembeli hanya mampir sebentar. Begitu keluar, ada yang menarik uang parkir.
Kadang ia tidak tahu siapa yang berhak menarik. Kadang ada dua orang yang merasa berhak.
Ribut sedikit di depan pintu. Pembeli tidak mau terlibat.
Besok ia belanja di tempat lain. Yang kehilangan pembeli: Anda.
Ditambah satu hal yang jarang dipikirkan: parkir punya kewajiban pajak daerah. Kalau tidak tercatat, yang ditanya pemilik tempat.
Semua berawal dari hal yang sama: tidak ada catatan yang jelas, siapa menarik, berapa, setor ke mana.
Yang kurang biasanya catatannya, bukan orangnya.
Sudah menghitung? Tinggalkan nama Anda, tim AutoClaryTech membantu membaca angkanya. Tanpa biaya, tanpa paksaan.